Cabai Impor dari Philiphina yang berbahaya Beredar di Kabupaten Blitar

0
163
Cabai Merah
Foto ilustrasi dari kompasiana

Info Blitar – Cabai impor dari Philiphina yang berbahaya dikonsumsi masyarakat, ditemukan beredar di Kabupaten Blitar.

Staff Sistem Informasi kebutuhan pokok dan penting lainnya Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Blitar Hendry Sulistyo mengatakan, pihaknya menemukan cabai impor dari Philiphina di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Blitar. Padahal cabai impor dari Philipina merupakan cabai yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan industri makanan, bukan untuk dikonsumsi masyarakat secara langsung.

Menurut Hendry, cabai impor dari philipna harus melalui proses produksi sebelum dikonsumsi. jika masyarakat membeli dan menggunakan cabai impor dari Philipina untuk memasak maka akan memberikan efek samping bagi kesehatan, seperti sakit perut, pusing dan gangguan perut lain karena tingkat kepedasan yang sangat tinggi.

Baca juga  Polisi Tangkap Pencuri Kotak Amal di Sumberagung Selorejo

Hendry mengaku, telah menghimbau kepada pedagang dan konsumen untuk menghindari cabai impor dari negara manapun dan menggunakan cabai lokal karena harga cabai lokal saat ini sudah turun dikisaran 40 ribu perkilogram.

Hendry menambahkan, masuknya cabai impor di kabupaten blitar, saat harga cabai lokal yang tinggi beberapa waktu lalu. Selain itu distribusi cabai impor yang seharusnya masuk ke pabrik makanan, sebagian dialihkan ke pasar untuk alternatif akibat tingginya harga cabai lokal. [nit]