Pemilih Pemula yang Memilih, Gambaran Matangnya Demokrasi

0
132
Pemilih Pemula
Pemilih Pemula

Info Blitar – Pemilih pemula merupakan pemilih yang baru pertama kali akan melakukan penggunaan hak pilihnya. Pemahaman kesadaran berpolitik bagi pemilih pemula perlu diaktualisasikan melalui pembelajaran yang melibatkan secara langsung pemilih pemula. Mengingat,  pemilih pemula, merupakan pemilih yang potensinya besar namun masih ada yang apatis dan tidak menggunakan suaranya sebagaimana mestinya. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Blitar, Drs. Ec. Achmad Husein, M.Si saat membuka sosialisasi Pendidikan bagi Pemilih Pemula di Local Education Centre (LEC) Pojok Garum, Selasa (28/1).

Disampaikan pula bahwa, keikutsertaan pemilih pemula dalam menggunakan hak pilihnya merupakan gambaran matangnya demokrasi yang terbangun saat ini. Pemilih pemula juga penentu sang pemimpin politik lahir. Pemimpin politik adalah wakil-wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat (parlemen), baik ditingkat daerah maupun pusat. Juga pemimpin lembaga eksekutif atau kepala pemerintahan seperti presiden, gubernur atau bupati/walikota.  Diingatkan pula, era keterbukaan, menyebabkan masyarakat semakin kritis. Harapannya, para pemilih pemula juga bersikap kritis namun yang positif. Turut menjaga demokrasi dengan baik. Pada  Tahun 2018, Jawa Timur akan menggelar pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur. Diharapkan, para pemilih pemula menggunakan hak pilihnya. Menyukseskan pesta demokrasi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Politik, Widio Ariono mengungkapkan, tujuan dari sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula dengan tema, “ Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula Menuju Pemilihan Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 Yang Jujur, Adil, dan Bermartabat,”, yakni, menambah wawasan dan pengetahuan tentang pendidikan politik. Juga mendorong sekaligus mengevaluasi keterlibatan pemilih pemula dalam pesta demokrasi. Sosialisasi pendidikan politik ini berlangsung sehari dan diikuti sekitar 200 pelajar dari SMA/SMK di Kabupaten Blitar.

Baca juga  Warga Soso Gandusari Curi Buah Genitri, Kepergok Petugas Patroli Perkebunan

Sementara itu, Imron Nafifah, SP, Ketua KPU Kabupaten Blitar sebagai narasumber pada kegiatan tersebut menjelaskan, pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam proses politik, termasuk bagi pemilih pemula. Pemilih pemula tersebut telah memenuhi syarat yaitu, usia sudah 17 tahun, sudah atau pernah menikah. Para pemilih pemula ini juga bisa berpartisipasi dalam pemilu dengan cara lain diantaranya, memantau penghitungan suara di TPS, menyaksikan pelaksanaan penghitungan suara di luar TPS, menyampaikan laporan atas dugaan adanya pelanggaran penyimpangan dan atau kesalahan dalam pelaksanaan penghitungan suara kepada KPPS. Juga berpartisipasi dalam sosialisasi pemilu, survei atau jajak pendapat tentang Pemilu, dan penghitungan cepat hasil pemilu.

Ditempat yang sama, Prof. Dr. Drs. Widodo, SH, MH, satu diantara Dosen diperbantukan (dpk) di Universitas Wisnuwardhana Malang menyampaikan bahwa, melibatkan pemilih pemula dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 bertujuan untuk menumbuhkembangkan budaya berdemokrasi yang bermartabat. Bermartabat  berarti mempunyai martabat yakni mengandung nilai-nilai martabat sebagaimana melekat pada setiap manusia pada umumnya (perikemanusiaan). Pemilu bermartabat bukan hanya sekedar pemilu yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, melainkan juga sesuai dengan hati nurani manusia. Untuk itu, keterlibatakan pemilih pemula sangat penting. Mengingat, hasil pemilu akan sangat berpengaruh kepada kehidupan  masyarakat. Selain itu keikutsertaan dalam pemilu untuk melaksanakan kedaulatan rakyat, serta menciptakan pemerintahan yang demokratis, akuntabel, transparan, berkualitas dan berintegrasi juga untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.(Humas)