Pengamanan Pilkades Serentak di Kab. Blitar

0
487
Kondisi Pencoblosan di Desa Rejasa
Kondisi Pencoblosan di Desa Rejasa. Foto kiriman Denjaka

Info Blitar – Ketua Panitia Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) Bacem Ponggok, Nur Kholis mengatakan adanya resiko ancaman sabotase & keamanan buntut masalah pencoretan mantan Kepala Desa Bacem yang dinyatakan tidak lolos seleksi menjadi alasan utama pihaknya mensterilkan area pencoblosan. Berdasarkan keputusan bersama panita, yang boleh berada di area pencoblosan hanya Panitia Pemilihan, warga yang melakukan pencoblosan & petugas pengamanan dari TNI-Polri & Linmas. Pilkades Serentak di Bacem diikuti 3 calon Kepala Desa dengan total pemilih dari 2 dusun yang ada mencapai 4.926 orang.

Kabag Ops Polres Blitar Kota, Kompol Mujito mengatakan tidak ada pengamanan khusus di salah satu atau beberapa desa di wilayah hukum Polres Blitar Kota karena pengamanan masing2 desa sama dari 9 desa di 5 kecamatan di kab Blitar yang melaksanakan Pilkades Serentak hari ini. Kata dia, pada hari pelaksanaan pengambilan suara pihaknya menurunkan total 219 personil. Menurutnya, terkait anggaran Pemkab Blitar hanya memberikan anggaran untuk 189 personil & itu hanya berlaku untuk personil yang melakukan pengamanan pada hari H pelaksanaan Pilkades Serentak hari ini. Sedangkan untuk #pengamanan sebelum pelaksanaan Pilkades Pemkab Blitar tidak menggelontorkan anggaran sama sekali.

Kepala Tata Pemerintahan Kab Blitar, Suhendro Winarso mengatakan memang dana yang disiapkan Pemkab Blitar terbatas untuk keperluan pokok dalam Pilkades seperti kotak suara, surat suara, honor panitia & untuk pengamanan memang terbatas untuk 189 personil itu sementara selebihnya diserahkan ke pihak Kepolisian. Menurutnya, minimnya aggaran selain berdampak pada pengamanan juga hal teknis lain seperti #TPS & kelengkapannya yang diserahkan ke desa dengan dana APBDes.

Baca : 5 Kasus Tipikor yang Diungkap Tahun 2016

Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya mengatakan dari pengawasan intelejennya di desa Jugo Kesamben termasuk #daerahrawan terjadi konflik saat pelaksanaan penghitungan suara hasil Pilkades karena ada kelompok orang yang tidak menginginkan adanya Pilkades tersebut. Pada Pilkades tahun 2013 lalu sempat terjadi #konflik saat penghitungan suara dari salah satu calon Kepala Desa Jugo. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya mempertebal jumlah personil sebanyak 24 anggota Polri, 10 TNI & 14 anggota Linmas untuk melakukan pengamanan di tempat pemungutan suara (TPS).

Baca juga  Kebakaran Rumah di Gendekan Wonodadi, 4 Motor dan 1 Tosa Ludes

Menanggapi adanya kerawanan saat pelaksanaan Pilkades, Bupati Blitar Rijanto mengatakan meski ada beberapa daerah di kab Blitar yang dinyatakan rawan terjadi pergesekan namun pelaksaan #PilkadesSerentak2016 Kab Blitar dipastikan berjalan kondusif.

Kamis 15 Desember 2016 hari ini, Pilkades Serentak digelar di 21 desa di 15 kecamatan di kab Blitar. Selain calon Kades pria, di beberapa desa juga ada calon Kades wanita. Di antaranya di desa Maron Srengat, dari 3 kandidat yang bertarung 2 calon Kades berjenis kelamin wanita.