Sidak, Toko Modern Banyak yang Melanggaran Perda

0
138
Toko Modern
Ilustrasi

Info Blitar – Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Nomor 17 tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional dan Toko Modern, nampaknya masih banyak dilanggar oleh pihak toko modern. Berdasarkan hasil Inspeksi Mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Komisi II DPRD Kabuaten Blitar di daerah Wlingi pada Selasa tanggal 18 April 2017, masih ditemukan toko modern yang melanggar aturan Perda tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Mujib menuturkan, dalam Perda tersebut, salah satunya memuat aturan bahwa jarak antara toko modern dengan pasar tradisional minimal 1 kilometer. Selain itu, didalam toko modern harus menyediakan minimal 1 % produk lokal.

Lebih lanjut Mujib menyampaikan, pihaknya sebagai lembaga pengawasan dan merupakan wakil rakyat, meminta eksekutif dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar untuk segera menertibkannya. Agar ini tidak menjadi contoh bagi perusahaan toko modern yang lain.

Baca juga  Perbaiki Pompa Air Warga Binangun Jatuh dalam Sumur

“Perda ini kan dibuat untuk dipatuhi, tetapi nyatanya di lapangan pihak toko modern masih menyepelekan Perda tersebut. Kami masih temukan toko modern, yang pada saat itu adalah alfamart telah melanggar aturan,” kata Mujib.

“Selain Disperindag, Dinas Penanaman Modal dan PTSP juga harus tertibkan toko modern. Karena mereka berwenang untuk menindak masalah perizinan,” ungkapnya.

Mujib menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil eksekutif untuk membahas temuan yang dilakukannya saat sidak. Ia berharap ada perhatian lebih pada pasar tradisional yang ada di Kabupaten Blitar.(Diskominfo)