Upaya Dinkes Jajanan Anak Sekolah Aman Konsumsi

0
169
Jajanan Anak Sekolah
Ilustrasi Jajanan Anak Sekolah

Info Blitar – Berdasarkan data di Dinas Kesehatan diketahui, jajanan sekolah yang mengandung zat berbahaya seperti pewarna dan pengawet masih tetap ditemukan. Namun dari tahun ke tahun jumlahnya menurun.

Dr. Dharma setiawan, M.Mkes Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar. Dinas Kesehatan Kota Blitar pada Selasa (14/03), mengaku bahwa rutin melakukan pengawasan terhadap makanan terutama jajanan sekolah. Dari jumlah sample sama, namun hasilnya berbeda. Dari tahun ke tahun cenderung menurun, baik yang terbukti mengandung zat pewarna seperti rhodamin B dan metanol yellow ataupun zat pengawet seperti formalin dan boraks. Tahun 2015 tercatat ada sebanyak 18,77% yang masih terbukti mengandung zat berbahaya, namun turun pada semester 1 tahun 2016 menjadi sekitar 18% dan semester 2 turun lagi menjadi 6,6%. Jenis jajanan yang dijadikan sample merupakan jajanan yang dijajakan didepan sekolah seperti cilot, kerupuk, es dawet dan lain-lain.

Baca juga  Tergulung Ombak Tambakrejo, Anak 7 Tahun Diselamatkan Nelayan

Menurut Dharma, meskipun terus menurun, namun tetap akan melakukan pengawasan tiap semester. Harapannya kedepan, seluruh jajanan yang dikonsumsi anak sekolah, jajanan sehat, terbebas dari zat berbahaya. Hal itu dipastikan mampu terwujud. Pada awal tahun 2017, Dinkes sudah menggelar pengawasan makanan di 2 SD dan 2 SMP di Kota Blitar. Hasilnya tidak ditemukan makanan yang mengandung zat pengawet, namun beberapa jajanan seperti kerupuk warna warni, masih mengandung zat pewarna.

Lebih lanjut Dharma menambahkan, meskipun penggunaan zat pewarna tidak berdampak langsung seperti diare. Namun dalam jangka waktu lama, bisa menimbulkan penyakit seperti kanker. Karena organ pencernaan anak-anak masih belum matang, disinyalir zat-zat itu akan menumpuk di dalam organ tubuh.(ram)