Waspadai Modus Penipuan Melalui Telepon

0
246
Waspada Penipuan Via Telepon
Waspada Penipuan Via Telepon. Foto AL Fin Bakso Mercon

Info Blitar – Akun facebook AL Fin Bakso Mercon warga Cerme Sanankulon Blitar menceritakan ke kami kronologi kejadian percobaan kasus penipuan yang dialaminya pada Sabtu 11 Maret 2017 sekitar jam 09.30 WIB.

Awalnya, ia mendapat telpon yang mengaku dari pihak sekolah anaknya yang menginformasikan anaknya jatuh dari tangga sekolah. Karena kondisinya parah anaknya langsung dilarikan ke ‘RSD Mardi Waluyo’.

Setelah itu, ia dikasih nomer telpon guru yang mengantarkan anaknya ke rumah sakit. Saat ditelpon, si ‘guru’ hanya bisa menangis sehingga telpon diserahkannya ke orang yang mengaku dokter. Kata ‘dokter’ tersebut, kepala belakang anaknya retak parah sehingga harus segera dioperasi. Namun karena di rumah sakit tidak ada alat untuk operasi kepala sehingga si ‘dokter’ bilang alat bisa didapat dari ‘Kimia Farma’.

Ia kemudian diberi nomer telpon yang diakui sebagai admin ‘Kimia Farma’. Saat ditelpon, alatnya sudah dipersiapkan di mobil Ambulance (di ujung telpon juga terdengar suara sirine mobil Ambulance) & harus secepatnya melunasi pembayaran buat menebus alat tersebut seharga Rp 10 juta melalui transfer BRI. Ia pun menjawab “Ya pak, yang penting alat dikirim dulu untuk anak saya, saya mau transfer ini”.

Baca juga  Angin Puting Beliung Menyerang Blitar di Beberapa Titik

Pihak ‘dokter’ lalu menelponnya & mengabarkan kalau pendarahan di kepala anaknya semakin parah. Kemudian ia ditelpon pihak ‘Kimia Farma’ yang mengabarkan kalau alat sudah dikirim & mohon segera ditransfer.

Ia yang saat itu panik & bingung, akhirnya mengambil uang & akan berangkat ke BRI untuk mentransfer. Namun tiba-tiba, anaknya yang katanya kecelakaan jatuh dari tangga sekolah tadi, datang bersama Ibunya sepulang sekolah dengan kondisi sehat. Ia baru menyadari kalau hampir saja ia akan menjadi korban penipuan.

Waspada & hati-hati, kawan. Silahkan share pengalaman atau tips agar tak mudah tertipu. [foto coretan akun facebook AL Fin Bakso Mercon, saat ditelpon para sindikat penipuan. -dni]