DPO Penggelapan Telur Ditangkap

0
448
pelaku penipuan dan penggelapan telur
pelaku penipuan dan penggelapan telur
InfoBlitar – Polres Blitar melalui jajarannya di Polsek Kanigoro berhasil menangkap Eko Yulianto (27)  yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah melakukan penipuan dan penggelapan pengiriman telur yang dilaporkan oleh Nurhayati (51) warga Karangsono, Gadungan, Kanigoro pada tanggal 1 Desember 2015
“Setelah buron selama kurang lebih 7 bulan, pelaku akhirnya berhasil kami tangkap tadi malam, Selasa (23/8/2016) di rumahnya,” kata Kapolsek Kanigoro, AKP Purdiyanto, Rabu (24/8/2016).

Menurut Purdiyanto, usai dilaporkan korbannya, pelaku tidak pernah berada di rumah. Polsek Kanigoro menerjunkan Tim Buser untuk memantau perkembangan dengan menempatkan seorang anggota di sekitar rumah pelaku hingga akhirnya pelaku berhasil  diringkus.

”Kami pasang satu anggota di daerah rumah pelaku, ketika ada sinyal pelaku berada di rumah langsung kami tangkap,” imbuhnya.
Lebih lanjut Purdiyanto menyampaikan, kasus penipuan dan penggelapan ini terjadi pada awal bulan Desember 2015, kala itu korban Nurhayati didatangi pelaku yang menawarkan jasa pengangkutan telur yang dikirim ke Jakarta. Kemudian korban memakai jasa tersebut dengan kendaraan truck nopol AG 8119 UI yang dikirim ke Rumah Telur 70 Jalan Raya Setu No 53B Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung Jakarta Timur.

Baca juga  Pencuri Aki Tertangkap Saat Jual Aki Curian

“Namun setelah diperkirakan pengiriman telur sampai tujuan, pelaku dihubungi korban melalui HP sudah tidak bisa, merasa jadi korban penipuan korban melapor ke Polsek Kanigoro,” terang Purdiyanto.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku pernah terjerat kasus yang sama beberapa tahun yang lalu dan sempat dipenjara. Menurut pengakuannya, dia melakukan penipuan bukan didasari karena kesulitan ekonomi.
“Artinya jika kami menyimpulkan, pelaku melakukan hal demikian karna memang sudah penyakit, wataknya memang nakal,” ungkap Kapolsek Kanigoro.
Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Adapun dari kejadian ini korban merugi hingga Rp 93 juta