Dua Guru SMKN 1 Blitar Masuk Penjara

0
730
Korupsi SMK 1 Blitar
Korupsi SMK 1 Blitar. Foto dari Jawapos

Info Blitar –  Kanit Tipikor Satreskrim Polres Blitar Kota, Ipda Salam mengatakan kemarin pihaknya sudah menyerahkan berkas perkara kasus dugaan korupsi yang dilakukan mantan Kepala SMKN 1 Blitar lelaki inisial IM (54) & guru SMKN 1 Blitar lelaki inisial HM (52) dalam pengadaan barang kebutuhan untuk sekolah.

Kasus ini sudah diselidiki oleh Polres Blitar Kota sejak tahun 2014. Dalam modus operandi yang dilakukan kedua tersangka, membuat data fiktif pengadaan barang untuk SMKN 1 Blitar. Setelah dilakukan penyidikan, kedua tersangka ini terbukti melakukan penyelewengan dana yang tidak sesuai untuk peruntukannya sehingga menyebabkan kerugian negara hingga Rp 80 juta.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka IM & HM sempat 2 kali tidak memenuhi panggilan polisi. Saat dilakukan pemanggilan pertama, kedua tersangka ini tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Lalu saat dilakukan pemanggilan ke-2, hanya kuasa hukum dari kedua tersangka yang datang & menyampaikan keduanya sedang ada tugas dinas. Sehingga kemarin, polisi melayangkan panggilan ke-3 & langsung menjemput paksa keduanya lalu diserahkan ke Kejaksaan Negeri Blitar.

Baca juga  Kecelakaan Lalu Lintas di Gandusari, 1 Tewas

Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar, Safii membenarkan jika saat ini IM & HM sudah ditahan di Kejari Blitar. Selanjutnya, pihaknya segera mengirim kasus ini ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan. Kedua tersangka terancam penjara maksimal 20 tahun.

Kasus penyelewangan dana ini awalnya dapat diungkap setelah adanya laporan dari masyarakat tentang adanya kejanggalan dalam pengadaan barang2 pembuatan mobil untuk SMKN 1 Blitar. Setelah melakukan penyelidikan & penyidikan serta dilakukan audit oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan) Jawa Timur, dari dana anggaran di tahun 2010 yang digunakan untuk program pembuatan perakitan body mobil di SMKN 1 Blitar, terjadi dugaan penyelewengan dana sebesar Rp 80 juta. [foto kedua tersangka & #barangbukti yang disita. -din]