Gelapkan Uang, Manager PT PNM Ditahan Polisi

0
551
uang
ilustrasi uang

InfoBlitar – Manager PT. PNM ULAMM Idham Pamungkas (47) kini meringkuk di tahanan Polres Blitar. Warga Jalan Kalimantan Kota Blitar ini meringkuk ditahanan karena dilaporkan oleh Wimar Yanuar Wayhyudi selaku Staf legal PT. PNM Cabang Kota Malang pada bulan Mei 2015 silam.

Idham Pamungkas merupakan Manager Kantor Cabang PT. PNMM Ulaam di Kabupaten Blitar diduga telah menggelapkan uang perusahaan sebesar 1 Milyar rupiah.

Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, untuk mengetahui larinya  uang yang telah di gelapkan tersangka.”   Terang Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Lahuri SH kemarin di ruang kerjanya.

Seperti dalam laporan pihak PT. PNM ULAMM ke Polres Blitar pada tanggal 7 Mei 2015, Idham Pamungkas, Manager PT. UMM ULAMM yang berkantor di Jl. Raya Kesamben 90 Ds. Kesamben, Kec. Kesamben, Kab. Blitar telah diduga menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp. 1.040.254.369 dengan cara membuat laporan fiktif ke perusahaan yang bergerak dibidang simpan pinjam dengan membuat nasabah fiktif.

“Ketika di lakukan Audit oleh kantor PT.PNMM Pusat yang ada di Malang, ternyata  ada ke tidak sesuaian laporan ke uangan, sehingga salah satu anggota Auditor melakukan Audit di kantor Cabang Kesamben, dan ternyata benar uang sejumal Rp 1 milar lebih tidak jelas jluntrungnya.” Tambah AKP Lahuri.

Baca juga  Jambret Beraksi Sikat 14gr Emas

Sebelum melakukan penangkapan, Unit Reskrim Polres Blitar sudah memeriksa belasan saksi, temasuk para korban nasabah Fiktif,  “ Seperti saksi pasutri Sugito dan Shoimatulumroh  merasa tidak pernah melakukan transaksi simpan pinjam, namun pada catatan Idham Pamungkas, bahwa Pasutri tesebut melakukan pinjam sebesar Rp. 12 juta, temasuk korban korban nama fiktif lainya telah kami minta keteangan.” Papar AKP Lahuri saat mendampingi Kapolres Blitar AKBP.Slamet Waloya SH.S.IK .

Hasil pemeriksaan Polres Blitar telah menyita buku laporan milik Kantor PT.PNM Ulamm Unit Kesamben,puluhan lembar Surat perhitungan piutang fiktif, termasuk hasil Audit yang di lakukan PT.PNM Ulaam pusat,   “ kerugianya  paling banyak terletak pada pinjaman (Kredit fiktif) dan setoran nasabah tidak di setorkan termasuk uang setoran angsuran nasabah, untuk itu tersangka kita jerat Pasal 374 KUHP dan pasal 65, karena pekerjaan melakukan penggelapan, dengan ancaman 7 tahun penjara.”  AKP Lahuri menambahkan.