Penjelasan Dinas Peternakan Blitar, Terkait 7 Ekor Sapi yang Mati Selama Satu Bulan

0
65
sapi mati. Foto sindonews.com
sapi mati. Foto sindonews.com

Info Blitar – Selama satu bulan ada 7 ekor sapi didesa Purwokerto, Kecamatan Srengat, kabupaten Blitar, yang mati tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya.

Kematian dari hewan ternak ini diawali dengan beberapa gejala, seperti demam tinggi di atas 39-42 derajat celcius, gangguan pernafasan, serta nafsu makan berkurang. Diagnosa awal, sapi-sapi itu diduga mati terserang penyakit ngorok (Septeicaemia efizooticae).

“Gejalanya sebenarnya masih sangat umum. Kalau penyakit ngorok ada gejala yang lebih spesifik, seperti pembengkakan di leher,” kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar drh Yuda Satya Wardhana saat ditemui di kantornya Jalan Cokroaminoto 22 Kota Blitar, Selasa (10/4/2018).

Dia mengatakan, jika dilihat dari gejala yang timbul penyakit ini tergolong baru.

Baca juga  Warga Kademangan Meninggal Dunia Tercebur Sumur Saat Mencari Air.

“Kematiannya memang tidak mendadak. Namun yang patut kami cermati, kejadiannya bersamaan dengan gejala klinis sama. Kelihatannya mengarah ke suatu penyakit tertentu, dan sepertinya penyakit ini belum pernah terjadi di Blitar,” kata Yuda

Yuda mengaku, setelah mendapat laporan dari peternak, pihaknya langsung turun ke lapangan. Bahkan petugas dari Balai Besar Veteriner Yogyakarta telah mengambil sampel terhadap sapi hidup yang tinggal satu kandang dengan sapi yang sudah mati untuk dilakukan uji laboratorium.

“Kemarin sudah ada tim laboratorium yg ikut ke lapangan untuk ambil specimen sebagai peneguhan diagnosanya,” ungkapnya.

Menurut Yudi, kematian ternak sapi milik warga tersebut dimungkinkan bisa karena penyebab lain. Seperti faktor cuaca yang memungkinkan bakteri berkembang biak dan menimbulkan penyakit.