Pengacara Bantah Samanhudi Melarikan Diri, Justri Klien Minta Diantar ke KPK

0
87
walikotablitar memakai rompi kpk
walikotablitar memakai rompi kpk. Foto : Kaskus

Info Blitar –┬áPengacara Walikota Blitar M Samanhudi Anwar, Bambang Arjuno membantah kliennya melarikan diri. Menurutnya, justru Samanhudi yang meminta diantar ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Perjalanan dari Blitar disebutnya sebagai alasan keterlambatan Samanhudi sampai di KPK. Kliennya itu juga lebih dulu harus mempersiapkan obat2-an karena sakit. Samanhudi diceritakannya mengetahui berita KPK dari media & berinisiatif datang sendiri.

Terkait perkara yang menjerat Samanhudi, menurutnya, kliennya itu terjerat kasus penerimaan gratifikasi bukan suap. Sangkaan itu ditepisnya.

Kata Bambang, sesuai dengan penyidikan, Walikota Blitar Samanhudi Anwar itu disangka menerima gratifikasi bukan suap. Meski begitu, ia membantah kliennya menerima uang gratifikasi.

Bambang beralasan, lelang proyek pembangunan sekolah yang disebut sebagai modus suap, belum berjalan. Namun, Samanhudi disebutnya memang mengenal tersangka penyuap dalam kasus ini, Susilo Prabowo. Bambang juga berkata timnya saat ini mempertimbangkan pra peradilan.

Sebelumnya, KPK menetapkan Samanhudi Anwar sebagai tersangka lewat rangkaian Operasi Tangkap Tangan atau OTT yang digelar Rabu malam hingga Kamis dinihari bersama dengan Bupati Tulungagung non-aktif Syahri Mulyo. Keduanya sempat dicari KPK, namun berselang sehari Samanhudi Anwar menyerahkan diri lebih dulu. Keduanya diduga menerima suap dari kontraktor bernama Susilo Prabowo.

Baca juga  Hindari Penimbunan Garam, Polresta Akan Sidak Distributor

KPK menduga Syahri menerima suap sebanyak 3 kali sebagai fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan di Dinas PUPR Pemkab Tulungagung. Total penerimaan Syahri Rp 2,5 miliar. Suap ini melibatkan Kadis PUPR PemkabTulungagung Sutrisno & Agung Prayitno dari swasta sebagai penerima.

Sedangkan Samanhudi diduga menerima Rp 1,5 miliar terkait ijon proyek pembangunan SMP di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar. Fee tersebut diduga bagian dari 8% yang menjadi jatah Samanhudi dari total fee 10% yang disepakati. Suap ini juga melibatkan Bambang Purnomo dari swasta sebagai penerima.

[foto Walikota Blitar M Samanhudi Anwar saat mengenakan rompi oranye, rompi tahananKPK, dari Nur Indah Fatmawati. detik-dni]