Seorang Pemuda di Temukan Tewas di Pos Kamling

0
353
pemuda tewas di pos kamling
pemuda tewas di pos kamling

Info Blitar –  Seorang pemuda di Kabupaten Blitar, ditemukan tewas di dalam pos kamling Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Senin pagi (21/11).

Sejumlah luka lecet di wajah dan leher, serta telinga berdarah, korban yang diketahui bernama Sunarno, warga setempat ini, ditemukan warga dalam kondisi tergeletak di kursi dalam poskamling.

Kondisi jenazah sudah kaku, dan diduga telah meninggal beberpa jam sebelum ditemukan oleh warga.

Saksi menyebutkan, penemuan jenasah Sunarno ini, bermula saat warga melihat korban tergeletak di dalam pos kamling Senin pagi (21/11), dan langsung menghubungi petugas kepolisian.

Baca : Bunuh diri setelah pisah ranjang

Petugas Polres Blitar Kota, menuju ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP serta juga memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Menurut keterangan sejumlah saksi, korban sebelumnya terlibat pesta minuman keras jenis arak jawa, bersama dengan Sugeng, Wasis dan Beni. Korban kemudian berniat melihat pasar malam, bersama Beni menggunakan sepeda motor.

Baca juga  Rumah Aman untuk Korban Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Blitar

Di tengah perjalanan, korban meminta berhenti untuk buang air kecil, namun terhuyung dan akhirnya terjatuh. Setelah ditolong oleh ketiga rekannya, korban ditinggalkan seorang diri di poskamling, karena kondisinya sudah mabuk.

Ketiga rekan korban melanjutkan menonton pasar malam dan sempat kembali melihat korban masih tergeletak di poskamling dan dikira tidur. ketiganya akhirnya memutuskan untuk meninggalkan korban.

“Menurut keterangan saksi seperti itu, namun masih kita dalami lagi,”ujar AKP Dhanang Yudhanto, Kasatreskrim Polres Blitar Kota.

Sementara, jenasah korban telah dievakuasi ke Rumah sakit Mardi Waluyo Blitar untuk proses visum. Terkait sejumlah luka yang ada di wajah dan leher korban, serta telinga berdarah, juga masih menunggu hasil visum.

Polisi masih mengembangkan penyelidikan, untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, akibat dugaan overdosis miras atau penyebab lain.

“Kita masih nunggu hasil visum, kalo ada indikasi pidana langsung kita proses sesuai ketentuan hukum,” jawab Dhanang singkat.