Setelah Gagalkan Upaya Pemerkosaan Ibunya, Sang Anak Alami Trauma

0
55
ilustrasi anak trauma. foto merdeka
ilustrasi anak trauma. foto merdeka

Info Blitar – Bocah asal Kesamben, Blitar yang menggagalkan upaya pemerkosaan pada ibunya mengalami trauma. SL yang berusia 10 tahun itu, selalu mengurung diri dalam kamar. Dia bahkan langsung menangis histeris kalau melihat polisi yang membawa senjata.

Seperti yang dituturkan kakak kandung SL, FN (20) bahwa adiknya mendapat kekerasan fisik yang dilakukan pelaku.

“Tahu adik menangis dan menjerit, pelaku melepas ibu. Lalu mengejar adik dan digujer (dipegang erat). Adik berontak sampai celananya sobek,” tutur FN pada beberapa jurnalis yang menyambanginya, Kamis (12/7/2018).

Sejak kejadian itu, lanjut dia, adiknya kerap menangis keras. Sering mengurung diri dalam kamar.

“Pas ada polisi datang ke rumah lagi besoknya, adik langsung nangis keras, histeris seperti trauma gitu. Apalagi kalau lihat polisinya bawa pistol,” bebernya.

Rupanya, saat melakukan aksinya, ES si oknum polisi sedang membawa senpi. Walaupun tidak memakai seragam dinas. Namun ES kerap berkunjung ke rumah itu dengan mengenakan pakaian dinas.

Baca juga  Hari Pramuka Nasional ke-56: Kwarcab Kab Blitar Juara 1 Gudep Unggulan

Keluarga WN secara terbuka menyatakan tidak mengkuatirkan kondisi fisik WN. Yang mereka kuatirkan justru kondisi psikis bocah kelas 4 SD itu. Mereka berharap, polisi dapat membantu memulihkan psikis bocah itu.

Kondisi psikis SL yang mengalami trauma memang dibenarkan Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha. Namun kapolres membantah jika S dikatakan depresi.

“Istilahnya itu lho depresi. Dijaga penggunaan bahasanya ya. Enggaklah kalau depresi. Anak itu sekarang memang sering mengurung diri dalam kamar. Ketemu kemarin juga menangis, tapi gak depresilah,” ujarnya.

Namun pihaknya menegaskan, akan tetap mengusut kebenaran kasus ini. Karena selain menyangkut kehormatan korps kepolisian juga pemulihan psikis anak korban.