Tim Penyidik KPK Geledah Rumah Anak Sulung Wali Kota Blitar

0
234
Wali Kota Blitar Tersangka Korupsi
Tersangka Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar berjalan ke luar gedung setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu dinihari, 9 Juni 2018. KPK resmi menahan Wali Kota Blitar di Rutan Polres Jakarta Pusat setelah menyerahkan diri terkait dengan kasus dugaan suap sebesar Rp 1,5 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

Info Blitar – Sabtu, 9 Juni 2018 Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kediaman Henri Pradipta Anwar yang merupakan putra sulung dari Wali Kota Blitar yang juga merupakan Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar di Jl. Kelud Kota Blitar.

Sekitar pukul 10.30, Penyidik KPK datang dan langsung bertemu dengan putra sulung Wali Kota Blitar Samanhudi Anwra. Sempat terjadi dialog dihalaman rumah yang bersangkutan.

Dari keterangan tetangga, rumah itu baru selesai dibangun.  Sebelumnya, terdapat dereta rumah warga yang dibeli kemudian dibangun rumah. Ukuran rumah putra sulung Wali Kota Blitar ini sangat luas dengan desain modern dan memiliki pintu pagar yang cukup tinggi.

Para tetangga mengaku sekarang tidak begitu akrab dengan pemilik rumah karena jarang berkomunikasi. Meskipun begitu, mereka masih mengetahui bahwa pemilik rumah adalah putra sulung dari Wali Kota Blitar.

“Dulu sering bergaul dengan warga, bahkan juga dengan teman- teman sebaya, tapi setelah ayahnya jadi kepala daerah dan dia menjadi anggota DPRD, sekarang jarang berkumpul dengan tetangga termasuk dengan teman-temannya,” kata seorang tetangga, Samsu

Selain memeriksa rumah pribadi anak Wali Kota Blitar Samanhudi, tim penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di Balai Kota Blitar. Terdapat sejumlah orang yang diminta untuk masuk dan menjadi saksi penggeledahan, misalnya dari RT, RW di dekat balai kota serta Kepala Bagian Umum Pemkot Blitar Ninuk Sisworini dan beberapa pegawai lainnya.

Saat dikonfirmasi Radio Patria, Henry Pradipta Anwar membenarkan jika ada beberapa orang dari Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK yg mendatangi rumahnya di Jalan Kelud Kota Blitar siang ini.

Henry mengaku KPK hanya memgambil beberapa berkas dari laci meja kerjanya. Selain itu menurut Henry, saat berada di rumahnya, KPK sudah bertindak sesuai prosedur saat mengambil sebuah berkas dari rumahnya.

Namun saat ditanya terkait kasus yg menjerat ayahnya, Henry tidak banyak berkomentar & mengaku tidak mengetahui pasti kasus Operasi Tangkap Tangan atau OTT yang dilakukan KPK terhadap ayahnya, Wali Kota Blitar.