Pemberdayaan ekonomi anggota koperasi

Dosen UNISBA Dorong Pemberdayaan Ekonomi Anggota Koperasi melalui Pemetaan Ide dan Potensi Usaha

User avatar placeholder
Written by infomblitar

October 11, 2025

Dua dosen muda dari Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, Hanik Amaria, S.Pd., M.E dan Lu’Lu Ul Maknunah, S.TP., M.P, menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pemetaan Ide dan Potensi Usaha Menggunakan Business Model Canvas” pada Jumat, 10 Oktober 2025, bertempat di Koperasi Pondok Pesantren Barokah, Nglegok, Kabupaten Blitar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi anggota koperasi yang memiliki potensi besar untuk berwirausaha mandiri. Dalam sambutannya, Lu’Lu Ul Maknunah menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang terarah bagi pelaku usaha.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu masyarakat memetakan ide dan potensi usaha agar dapat mengelola bisnis secara terarah dan berkelanjutan. Lingkungan Nglegok sangat strategis, banyak peluang bisnis yang bisa dikembangkan,” ujar Lu’Lu Ul dalam pembukaannya.

Sesi berikutnya pemaparan materi oleh Hanik Amaria, S.Pd., M.E yang merupakan dosen Matakuliah Kewirausahaan menyampaikan materi utama tentang Business Model Canvas (BMC). Ia menjelaskan bahwa BMC terdiri dari sembilan blok bangunan model bisnis, mulai dari segmen pelanggan, proposisi nilai, hingga sumber pendapatan.

“Business Model Canvas adalah alat bantu sederhana namun efektif untuk memahami dan merancang model bisnis. Dengan Bisnis Model Canvas (BMC) Pelaku Usaha dapat menggambarkan, merancang, dan menganalisis model bisnis secara sederhana namun menyeluruh untuk membantu dalam pemetaan ide dan potensi usaha,” jelas Hanik.

Ia juga menambahkan pentingnya keseimbangan antara orientasi efisiensi dan orientasi nilai. “Efisiensi membantu usaha untuk hemat dan ramping, sementara nilai menekankan inovasi dan kualitas hasil. Keduanya harus berjalan beriringan dan seimbang agar bisnis bisa sukses dan bertahan lama,” tambahnya.

Sesi tanya jawab menjadi bagian paling menarik dari kegiatan ini. Peserta tampak antusias berbagi pengalaman dan mengajukan pertanyaan seputar tantangan usaha yang mereka hadapi.

Salah satu peserta, Puadi, S.Pd, yang juga Ketua Koperasi Pondok Pesantren Barokah, mengungkapkan kendala dalam bisnis ikan koi yang tengah lesu.

“Dunia usaha sangat fluktuatif, apalagi bisnis koi sekarang sedang sepi dengan hasil tidak lebih dari 30% Bagaimana sebaiknya kami menyikapi situasi seperti ini?” tanya Puadi.

Menanggapi hal itu, Hanik memberikan penjelasan strategis dimana“Pengusaha harus responsif terhadap tren dan berani menyesuaikan model bisnis dengan mengambil keputusan bisnis yang tepat. Revisi Business Model Canvas secara berkala sangat penting agar tetap seimbang antara efisiensi dan nilai. Langkah ini bisa mencegah kerugian sejak dini,” jawabnya.

Pertanyaan lain datang dari peserta yaitu Dra. Romelah yang memiliki rumah berdekatan dengan beberapa sekolah. Ia bertanya tentang peluang usaha yang cocok untuk lokasi tersebut.
“Coba lakukan riset pasar sederhana dan manfaatkan BMC untuk merancang bisnis. Fokus pada kebutuhan segmen di sekitar sekolah, dengarkan kebutuhan mereka yang masih sulit dicari di sekitar sekolah. Dengan produk yang banyak dibutuhkan dan bernilai tinggi sesuai kebutuhan mereka, peluang usaha akan terbuka lebar,” saran Lu’Lu Ul.

Sementara itu, peserta lain juga menyinggung soal pengelolaan keuangan ketika bisnis pertanian sedang tidak stabil. Nanik Indrayani, S.Pd menyampaikan “Hasil panen kadang melimpah, kadang sedikit. Bagaimana cara mengelola keuangan agar tetap aman?” tanyanya. Hanik pun memberikan tips finansial yang bijak:
“Ketika panen melimpah, jangan menganggap semua laba bebas untuk digunakan, sisihkan sebagian laba untuk cadangan biaya operasional setidaknya tiga periode ke depan. Simpan dalam bentuk save money atau tabungan emas agar saat hasil panen menurun, masih cukup dana cadangan untuk kelangsungan usaha,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari itu mendapat respon positif dari para peserta. Diskusi interaktif dan contoh kasus nyata membuat suasana pelatihan hidup dan penuh semangat. Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan dalam pemetaan bisnis masing-masing peserta dengan template BMC yang telah disediakan. “Penjelasan Bu Hanik dan Bu Lu’Lu Ul membuka wawasan baru bagi kami. Kami tahu bagaimana merancang usaha secara terarah,” ungkap salah satu anggota koperasi seusai acara.

Menutup kegiatan, Hanik dan Lu’Lu Ul menyampaikan harapan kegiatan ini dapat menjadi pematik anggota koperasi untuk segera memulai usaha dan mengembangkan usahanya untuk mencapai finansial yang lebih baik. Anggota koperasi juga menyampaikan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan tema-tema lain seputar kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat untuk membantu dan mendampingi dalam pengelolaan usaha.

Komentar
Image placeholder