Kota Blitar dan Tiga Wilayah di Jawa Timur Sudah Berstatus Zona Kuning

0
2173
Khofifah Indar Parawansa jumpa pers Covid 19 di Gedung Negara Grahadi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat jumpa pers terkait Covid 19 di Gedung Negara Grahadi, Minggu (7/6/2020) malam. Sumber: Kominfo Jatim

Info Blitar – Penyebaran Covid-19 di Jawa Timur berhasil ditekan. Per hari Minggu (7/6/2020) malam, empat wilayah yakni Kabupaten Lumajang, Kabupaten Ngawi, Kota Blitar, dan Kota Madiun yang sebelumnya zona merah telah berstatus kuning.

“Dari 38 Kab/Kota di Jawa Timur, alhamdulilah yang sudah masuk kategori resiko rendah atau sudah masuk kategori zona kuning ada empat yaitu Kabupaten Ngawi, Kabupaten Lumajang, kota Madiun dan Kota Blitar,” kata Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim pada konferensi pers di Gedung Negara Grahadi pada Minggu (7/6/2020) malam.

Zona Kuning atau zona berisiko rendah ini merupakan wilayah-wilayah yang dalam dua minggu terakhir terjadi penurunan kasus konfirmasi positif Covid-19, PDP, ODP dan kematian hingga 50%. Selain itu, terjadi penurunan jumlah kasus konfirmasi positif, PDP dan ODP yang dirawat di Rumah Sakit sehingga kapasitas Rumah Sakit masih lebih dari cukup.

Sedangkan untuk pemetaan metode baru ini, orang nomor satu Jatim ini menyebut bahwa telah mengacu pada 10 indikator dari Gugus Tugas Pusat dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

“Jadi ini merupakan mekanisme yang merupakan pemetaan dari Gugus Tugas Pusat,” imbuh Gubernur perempuan pertama Jatim ini.

Diketahui, sesuai dengan 10 Indikator yang ditetapkan Gugus Tugas Pusat dan BNPB, Resiko Kenaikan Kasus Covid-19 terbagi menjadi empat. Zona merah (risiko tinggi), zona oranye (risiko sedang), zona kuning (risiko rendah) dan zona hijau (tidak terdampak).

Untuk Jawa Timur sendiri, tercatat 4 wilayah berstatus zona kuning, 18 wilayah kategori zona oranye dan 16 wilayah masih berstatus zona merah.

Dengan terus membaiknya kondisi pencegahan penyebaran Covid-19 ini, dia berharap agar wilayah lain pun bisa segera berstatus zona kuning bahkan hijau. Bahkan, tak hanya menjadi zona kuning atau beresiko rendah, jika nantinya di wilayah-wilayah tersebut sudah tidak ditemukan ODP maupun PDP, maka akan meningkat statusnya menjadi zona hijau atau zona tidak terdampak.

Khofifah mengungkapkan, Semoga ini terus membaik setelah kuning tidak ada ODP tidak ada PDP maka akan menjadi zona hijau atau zona yang tidak terdampak.

Komentar
Dapatkan info terbaru seputar Blitar melalui Facebook , Instagram dan Aplikasi Android.
VIASuara Surabaya
Previous articleNomor WA Center Dukcapil Kabupaten Blitar
Next articleKini Pinjam Buku di Perpus Bung Karno Bisa Online