Whatsapp image 2025 10 14 at 07.12.06

Digitalisasi Pelayanan Publik dengan Nilai-Nilai Islami: Pelatihan untuk Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pelayanan

User avatar placeholder
Written by Tutut Yunita

October 14, 2025

Pelatihan dengan tema “Digitalisasi Pelayanan Publik dengan Nilai-Nilai Islami: Pelatihan untuk Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pelayanan” telah dilaksanakan pada hari Senin, 13 Oktober 2025, bertempat di Balai Desa Salamrejo, Kecamatan Binangun. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dalam menghadapi dinamika pelayanan publik di era digital. Melalui pelatihan ini, perangkat desa didorong untuk mampu mengintegrasikan teknologi informasi dalam proses pelayanan secara lebih adaptif dan profesional.

Seluruh pegawai perangkat Desa Salamrejo turut hadir dan memberikan perhatian penuh terhadap materi yang disampaikan. Kepala Desa Salamrejo, dalam sambutannya, menyampaikan harapan besar atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami berterima kasih kepada Universitas Islam Balitar yang telah mendampingi kami. Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal membangun budaya kerja yang amanah dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Whatsapp image 2025 10 14 at 07.1206

Pelatihan ini merupakan bagian dari program rutin yang dilaksanakan oleh Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Islam Balitar sebagai wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Salah satu narasumber, Sutowo, S.Sos., M.A.P., menegaskan pentingnya integrasi etika keislaman dalam pelayanan. “Kecepatan pelayanan harus dibarengi dengan keikhlasan dan kejujuran. Itulah yang membedakan digitalisasi berbasis nilai-nilai Islami dengan sekadar penggunaan teknologi,” tuturnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, suasana berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Pemateri menyajikan contoh-contoh konkret aplikasi pelayanan digital desa serta memberikan panduan praktis kepada peserta. Narasumber lainnya, Abdul Aziz Al Kaharudin, S.Sos., M.H., menambahkan, “Digitalisasi bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk memudahkan manusia dalam melayani. Teknologi harus menjadi sarana ibadah dalam bekerja,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan Desa Salamrejo dapat lebih me ingkatkan penerapan pelayanan publik berbasis digital yang tidak hanya efisien dan efektif, tetapi juga menjunjung tinggi nilai moral dan spiritual. Kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi ini diharapkan terus berlanjut demi terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang modern, transparan, dan berkeadaban.

Komentar
Image placeholder