Perum Jasa Tirta I telah menetapkan jadwal pelaksanaan flushing (pladu) di Bendungan Wlingi dan Lodoyo mulai 18 April hingga 23 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan penutupan pintu irigasi dan penghentian operasional PLTA pada 18 April pukul 06.00 WIB, kemudian dilanjutkan proses pengurasan waduk untuk membersihkan endapan lumpur, hingga akhirnya pintu spillway ditutup dan pintu irigasi kembali dibuka pada 23 Mei pukul 16.00 WIB. Proses ini bertujuan menjaga kapasitas dan fungsi waduk sehingga akan berdampak pada meningkatnya debit serta arus air di sepanjang aliran Sungai Brantas.
Pladu Sungai Brantas sendiri menjadi fenomena tahunan yang selalu dinantikan warga di wilayah Blitar, Tulungagung, Kediri, hingga daerah lain yang dilalui Sungai Brantas. Saat flushing berlangsung, derasnya aliran air bercampur lumpur membuat ikan mabuk dan mudah ditangkap, sehingga puluhan ribu warga biasanya memadati bantaran sungai untuk berburu ikan.
Proses ini diawali dengan pengadukan dasar waduk menggunakan mesin khusus, kemudian pintu air dibuka sehingga air berlumpur mengalir deras ke hilir dan menyebabkan banyak ikan sekarat. Setelah itu, saat aliran sungai mulai surut bahkan mengering, warga berbondong-bondong mengais ikan dari pinggiran hingga dasar sungai.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak mendekati apalagi masuk ke aliran sungai saat pladu berlangsung karena sangat berbahaya akibat arus deras dan perubahan debit air yang terjadi secara tiba-tiba.