Apa itu La Nina? Waspadai Dampaknya di Wilayah Indonesia

0
353
Ilustrasi Curah Hujan Tinggi Dampak dari La Nina
Ilustrasi Curah Hujan Tinggi Dampak dari La Nina. Sumber Pixabay

Info Blitar – La Nina adalah kondisi anomali (penyimpangan) suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin daripada kondisi normalnya.

Dilansir dari BMKG, kondisi La Nina dapat berlangsung dengan durasi selama beberapa bulan hingga dua tahun. Perubahan di Samudera Pasifik berupa interaksi laut dan atmosfer (La Nina/El Nino) terjadi dalam siklus antar tahunan dikenal sebagai El-Nino -Southern Osscillation (ENSO) dengan perulangan kejadian 2-8 tahun.

Dampak La Nina Terhadap Iklim Global

Dampak La Nina terhadap iklim global terjadi peningkatan curah hujan di Pasifik Barat (Indonesia, sebagian Asia Tenggara lainnya, dan bagian utara Australia), bagian utara Brazil, dan sebagian pantai barat Amerika serikat.

Sedangkan di sebagian pantai timur Asia, Afrika bagian tengah, dan sebagian Amerika bagian Tengah mendapat dampak dari La Nina berupa curah hujan yang lebih rendah. Bahkan di sebagian wilayah di barat dan timur Afrika, Jepang, sebagian besar pantai barat Amerika Serikat, dan Brasil bagian selatan beriklim lebih dingin.

Perkiraan Intensitas La Nina

Berdasarkan BMKG dan pusat layanan iklim NOAA (Amerika Serikat), BoM (Austraila, dan JMA (Jepang) perkiraan intensitas La Nina sebagai berikut:

  • Puncak La Nina: Desember 2020
  • La Nina mulai meluruh: Januari-Februari 2021
  • La Nina berakhir sekitar: Maret-April 2021

Peningkatan Curah Hujan Bulanan

Dampak dari La Nina curah hujan meningkat 20-40% di atas normal. Bulan Oktober dan November 2020 terjadi peningkatan curah hujan di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera. Desember 2020 hingga Februari 2021 curah hujan meningkat di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Dampak Peningkatan Curah Hujan

Dampak La Nina hampir mencakup seluruh wilayah Indonesia tetapi dengan intensitas yang bervariasi. Peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis, yakni: banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan badai es, serta hujan es.

Untuk itu kita harus bersiap untuk mengantisipasi dampak dari La Nina tersebut.

Komentar
Dapatkan info terbaru seputar Blitar melalui Facebook , Instagram dan Aplikasi Android.