Dexamethasone Bukan Penangkal Covid-19 dan Bukan Vaksin

0
150
Tim Komunikasi Publik Gugus Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 - dr Reisa Broto Asmoro. Foto: BNPB Indonesia
Tim Komunikasi Publik Gugus Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 - dr Reisa Broto Asmoro. Foto: BNPB Indonesia

Info Blitar – Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Dokter Reisa Broto Asmoro menegaskan bahwa obat Dexamethasone bukan penangkal COVID-19 dan bukan vaksin. Dokter Reisa menambahkan bahwa pemakaian obat-obat steroid seperti Dexamethasone hanya dibolehkan dalam pengawasan ahli, para dokter, dan dilakukan di sarana dengan fasilitas yang memadai, tentunya yang siap untuk menangani efek samping yang dapat terjadi.

Dokter Reisa juga mengatakan bahwa Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM akan memantau peredaran Dexamethasone. Meski kita telah mendengar beberapa berita baik kemajuan dunia kesehatan, baik dalam negeri, maupun dari luar negeri, WHO sampai saat ini belum menentukan obat atau regimen data kombinasi pengobatan yang tetap untuk perawatan pasien COVID-19

Saat ini WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tetap menganjurkan agar masyarakat dapat mengikuti selalu petunjuk dari dokter.

Maka dari itu, pesan Dokter Reisa adalah kita tidak boleh mengobati diri sendiri, hindari penggunaan antibiotik dengan tidak tepat juga, karena dapat menyebabkan resistensi terhadap jenis antibiotik yang dikonsumsi tersebut, dan sekali lagi, belum ada pengobatan COVID-19 sampai saat ini yang dapat mencegah.

JANGAN ASAL KONSUMSI! Sebab Dexamethasone:

  • Bukan merupakan antivirus, sehingga tidak bisa mengatasi infeksi akibat virus.
  • Bukan obat bebas, hanya boleh digunakan sesuai konsultasi dan resep dokter.
  • Tidak boleh sembarangan dikonsumi khususnya orang lanjut usia karena lebih berisiko terutama efek osteoporosis.
  • Dianjurkan untuk pasien yang terkonfirmasi sakit berat, kritis, membutuhkan ventilator dan bantuan pernafasan.
  • Jika telah digunakan untuk jangka panjang, tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba.

Jadi hingga saat ini cara terbaik untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 antara lain menjaga jarak, menggunakan masker serta cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin minimal 20 detik. Jangan mudah untuk terbawa kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait mengkonsumsi obat-obatan ya! Tetap selalu konsultasikan dengan layanan kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan yang tepat sesuai kebutuhan.

Hingga saat ini obat dan vaksin untuk Covid-19 masih dalam tahap penelitian, belum ada satu obat pun yang benar-benar dianggap efektif untuk kondisi ini, termasuk dexamethasone.

Komentar
Dapatkan info terbaru seputar Blitar melalui Facebook , Instagram dan Aplikasi Android.