Khofifah: Jawa Timur Tidak Lakukan Lockdown

0
638
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur. Dokumen istimewa
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur. Dokumen istimewa

Info Blitar – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memutuskan bahwa Jatim tidak melakukan lockdown atau penutupan tempat wisata ataupun meliburkan sekolah, menanggapi wabah corona atau COVID-19.

Meski tidak melakukan lockdown tetapi Khofifah meminta tempat-tempat wisata termasuk pusat perbelanjaan dan pasar meningkatkan kewaspadaan dengan menyiapkan sarana pelindung diri. Begitu juga lingkungan pendidikan, diminta waspada dengan memaksimalkan langkah pencegahan.

“Menurut keputusan rapat di Grahadi tadi, kita tidak akan menutup wisata. Tapi harus melakukan berbagai kewaspadaan. Masing-masing pemilik wisata, pasar tradisional, atau plaza, menyiapkan hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan masker,” ujar Khofifah dalam konferensi pers di ITD RS Unair Surabaya, Sabtu (14/3/2020), yang dilansir dari SUARA SURABAYA FM.

Selain sarana pelindung diri, kata Khofifah, pemilik wisata wajib memiliki thermal gun. Ini sudah dimiliki Pelabuhan, Stasiun, dan Terminal.

“Kita koordinasikan di pemberangkatan di airport. Dulu di kedatangan, saat ini keberangkatan juga harus dipastikan terdeteksi. Thermal gun harus dipesan kembali. Karena ada yang masih kurang. Kemungkinan 25 Maret ini datang dengan jumlah yang memungkinkan fungsi deteksi di terminal, stasiun dan airport,” katanya.

Terkait sekolah, Khofifah juga tidak meliburkan sekolah. Tetapi masing-masing sekolah diminta kewaspadaan. Masyarakat yang ingin melaporkan kejadian corona bisa dilakukan ke posko Kontigensi di Pemprov. Khofifah juga membantu Satgas Corona Pemprov Jatim yang dipimpin Sekdaprov Jatim.

Komentar
Dapatkan info terbaru seputar Blitar melalui Facebook , Instagram dan Aplikasi Android.