Curhatan Cah Blitar Soal Mengurus Persyaratan Balik ke Jakarta

0
846
ilustrasi DKI Jakarta

Info Blitar – Pasca lebaran tahun ini, Pemerintah Provinsi Jakarta memberlakukan kebijakan untuk masyarakat dari luar daerah atau kota. Hal ini sebagai upaya untuk menekan pergerakan masyarakat luar yang ingin memasuki wilayah DKI Jakarta.

promo shopee

Bagi masyarakat yang ingin balik ke Jabodetabek, khususnya Jakarta, diwajibkan membawa SIKM atau Surat Izin Keluar-Masuk Wilayah DKI Jakarta selama masa pandemi Covid-19. Tidak hanya itu, selain SIKM juga diwajibkan untuk melampirkan hasil tes PCR.

Tim InfoBlitar berhasil menemui seorang warga Blitar yang menceritakan soal pengalamannya mengurus persyaratan balik ke Jakarta pada Senin, 1 Juni 2020. Dia bernama Wanda (bukan nama sebenarnya), perempuan berusia 26 tahun asli Wlingi Kab. Blitar, dan sudah bertahun-tahun merantau di Jakarta.

Rencananya kapan Kak Wanda balik ke Jakarta?

Tadinya mau balik tanggal 1 Juni ini, tapi kayaknya diundur jadi tanggal 4 Juni.

Syaratnya apa aja sih buat balik ke Jakarta?

Syaratnya kita harus ngajuin SIKM. Nah, dalam pengajuan SIKM itu ada beberapa berkas dokumen yang harus dilengkapi. Nah, ada dua kategori nih, yaitu domisili Jabodetabek dan Non-Jabodetabek. Aku termasuk kategori Non-Jabodetabek.

Syaratnya antara lain:

  1. Surat keterangan dari kelurahan/desa asal
  2. Surat pernyataan sehat bermeterai
  3. Surat Keterangan Bekerja di DKI Jakarta dari tempat kerja (untuk perjalanan berulang)
  4. Surat Tugas/Undangan dari instansi/perusahaan tempat bekerja di Jakarta
  5. Surat jaminan bermeterai dari keluarga atau tempat kerja yang berada di Provinsi DKI Jakarta yang diketahui oleh Ketua RT setempat (untuk perjalanan sekali)
  6. Surat keterangan domisili tempat tinggal dari kelurahan di Jakarta untuk pemohon dengan alasan darurat
  7. Pas foto berwarna
  8. Pindaian KTP

Untuk berkas-berkasnya nanti bisa diunduh di sini. Salah satu berkasnya adalah surat keterangan sehat yang tinggal kita checklist. Isiannya tuh kayak pertanyaan pernah jadi ODP nggak, pernah jadi PDP nggak, pernah bepergian ke zona merah atau enggak, pernah rapid test atau PCR atau enggak, setelah itu kita tanda tangan di atas materai.

Terus selanjutnya apa yang perlu disiapkan?

Rencananya aku kan naik pesawat, syaratnya harus melampirkan surat bebas Covid-19. Nanti kita bisa pakai hasil rapid test atau PCR. Untuk rapid test, masa berlakunya hanya 3 hari. Sedangkan PCR, masa berlakunya adalah 7 hari. Biasanya nanti disesuaikan dengan ketentuan pihak bandara atau masing-masing maskapainya.

Jadi, aku urus SIKM dulu, kalau udah dapet langsung deh rapid test dan beli tiket pesawat buat balik ke Jakarta.

Rumah sakit mana aja yang bisa memfasilitasi rapid test dan lainnya untuk wilayah Blitar?

Aku udah keliling Blitar. Untuk rapid test itu bisa di RS Aminah, RS Medika Utama, RS Budi Rahayu, dan Poli Covid-19 di RS Ngudi Waluyo.

Aku di RS Aminah sempat tanya harga rapid test itu, harganya sekitar 380ribu belum termasuk biaya pengecekan dokter dan lain-lain. Mungkin harga di RS lain juga nggak beda jauh. Kalau ditotal ya Aku 400-500ribu.

Sedangkan untuk PCR atau swab test, lebih lama lagi. Soalnya sample harus dikirim ke Surabaya atau Malang, jadi nunggunya agak lumayan lama. Biayanya juga lumayan mahal sekali, sekitar 1,8 juta. Kalau mau PCR atau swab test, ke RS Lavalette Malang bisa sih. Hasilnya akan keluar 3-5 hari.

Lalu progres pengajuan SIKM kamu gimana, Kak?

Aku udah ngajuin dari hari Sabtu kemarin. Semua berkasku udah lengkap, sudah tak upload. Dan ini ya, websitenya sering banget error. Sempat down beberapa hari akhirnya dialihkan suruh ngirim via email untuk semua berkasnya.

Cuma pas terakhir akses, udah bisa upload. Jadi aku langsung dari websitenya. Itu pun aku nyoba berkali-kali sampai akhirnya berhasil upload. Jadi kayak gini lho, isiannya kan ada banyak, aku udah upload berkasnya sebagian, tapi untuk upload file fotokopi ktp dalam bentuk pdf itu bisa sampe setengah jam cuma muter-muter doang. Kalau tak reload, data yang udah aku isi tadi hilang semua. Jadi aku harus ngulang sampe beberapa kali, pokoknya sampe malem banget aku ngisi itu.

Padahal kecepatan koneksi internet yang kakak punya udah cukup stabil ya?

Ya nggak stabil-stabil banget sih, cuma emang dari websitenya tuh ternyata setelah aku cari informasi lewat twitter, yang menemukan masalah yang sama nggak hanya aku.

Banyak yang lagi upload KTP, muter-muter terus, yaudah upload yang lain dulu seperti surat tugas. Begitu surat tugasnya berhasil diupload, eh yang file KTP masih muter-muter. Sampe malem gitu akhirnya aku coba upload keesokan paginya. Dua kali tuh kayak gitu, akhirnya bisa juga tuh ke submit.

Untuk lebih gampang melacak progres pengajukan SIKM mending bikin dulu akun di JAKEVO . Nanti seumpama ingin melacak proses pengajuannya tinggal login, gampang. Jadi nggak gambling gitu.

Kalau misalnya dari website Corona Jakarta terus klik Urus SIKM setelah melakukan upload berkas dan data, apabila dimuat ulang bakal ilang. Aku kemarin bikin akun dulu di JAKEVO, login sebelum isi data, kemudian pas isi data untuk pengajuan SIKM begitu muat ulang, data yang aku unggah masih ada. Mungkin karena aku udah login kan.

Dan klaimnya kalau dulu 1×24 jam, sekarang lebih dari itu. Sekarang status pengajuanku tuh Masih Diajukan. Belum ada progres apa-apa. Mungkin karena saking banyaknya pemohon jadi prosesnya lebih lama.

Bahkan kemarin aku sempat baca di twitter, ada yang urus SIKM hingga 5 hari tapi belum ada progres sama sekali.

Kamu udah nyiapin rencana cadangan nggak untuk kemungkinan terburuk, misalnya pengajuan kamu nggak disetujui?

Nggak ada persiapan apa-apa. Rencanaku cuma satu itu, kalau misalnya SIKM nggak disetujuin tapi aku udah terlanjur rapid test ya udah nggak papa kehilangan uang beberapa rupiah. Kalau misalnya nggak bisa terbang ya yaudah, nggak usah balik ke Jakarta. Nggak bisa apa-apa lagi.

Dari pihak kantormu ada toleransi nggak untuk hal ini?

Belum tau ya soalnya aku bilang ke atasanku. Kalau misalnya benar-benar nggak bisa balik ke Jakarta ya yaudah, aku baru akan bilang. Soalnya benar-benar rumit banget mengurus persyaratan balik ke Jakartanya.

Ada pesan-pesan khusus nggak untuk sesama perantau dari Blitar yang ingin balik ke Jakarta?

Ohya, lupa bilang kalau SIKM ini berlaku untuk 11 sektor aja yang diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

  1. Kesehatan
  2. Bahan Pangan/Makanan/Minuman
  3. Energi
  4. Komunikasi dan Teknologi Informatika
  5. Keuangan
  6. Logistik
  7. Perhotelan
  8. Konstruksi
  9. Industri Strategis
  10. Pelayanan Dasar, Utilitas Publik, dan Industri yang ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu
  11. Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari

Jadi nggak semua orang bisa dengan bebas balik ke Jakarta. Banyak kasus saat pengajuan SIKM ditolak karena tujuannya tidak termasuk dalam 11 sektor tersebut, misalnya halal bihalal, berkunjung, ada ART yang mau balik ke Jakarta, dan lain sebagainya.

Saran dari aku sih siapkan semua berkas untuk pengajuan SIKM tuh jauh-jauh hari, jangan mendadak. Soalnya kita kan nggak tahu proses pengajuan SIKM itu berapa hari. Takutnya kalau mepet-mepet kayak aku yang jadi bingung dan cemas (sebentar lagi masuk kantor dan Work from Home nggak berlaku). Apply-nya jauh-jauh hari, persiapkan dengan matang. Soalnya lumayan ribet.

Komentar
Dapatkan info terbaru seputar Blitar melalui Facebook , Instagram dan Aplikasi Android.
Previous article‘Riyoyo Kupat’, Tradisi Lebaran bagi Masyarakat Blitar
Next articleHaji Tahun 2020 Batal Berangkat