Mengapa Jenazah Covid-19 Dibalut Plastik? Ini Penjelasannya

0
362
Ilustrasi Dokter Menggunakan APD
Ilustrasi. Sumber Pixabay

Info Blitar – Dilansir dari akun instagram Pemkab Blitar, terkait video viral yang tengah beredar di masyarakat yang berhubungan dengan proses pemakaman pasien Covid-19 di Kelurahan Satreyan, Kanigoro maka Pemkab Blitar menghubungi Kepala Divisi Pelayanan Medis Rumah Sakit Medika Utama, Renny Padma hari ini (24/07/2020).

Beliau mengatakan “Untuk pemulasaraan, petugas dari RS dan puskesmas wajib menggunakan APD dan protokol kesehatan. Ketika ada pasien meninggal, kita langsung menghubungi desa untuk meminta bantuan penggalian. Setelah jenazah dimasukkan ke liang lahat, maka akan disemprotkan desinfektan dari jalur pemakaman sampai liang lahatnya. Setelah itu sudah aman. Tetapi, petugas yang memakai APD harus jaga jarak dari petugas penutup liang lahat yang tidak memakai APD.”

Lalu Mengapa Jenazah Covid-19 Di Balut Plastik?

Virus pada tumbuh jenazah masih ada kemungkinan bertahan beberapa jam setelah pasien meninggal. Adanya plastik dapat mencegah terjadinya kebocoran virus yang mengakibatkan transmisi/penularan virus dari jenazah ke petugas.

Selain itu plastik juga berperan untuk menjaga keselamatan petugas kesehatan juga pencegahan penularan penyakt dari jenazah ke lingkungan.

Protokol penatalaksanaan jenazah penyakit menular sesuai standar organisasi profesi kesehatan berlaku juga bagi orang meninggal akibat penyakit berikut:

  • HIV/AIDS
  • Ebola
  • Difteri
  • Hepatitis B

Itulah mengapa petugas menggunakan APD dan protokol kesehatan dan jenazah covid-19 dibalut plastik. Jangan mudah menabukan hal yang baru. Pelajari lebih lanjut, cari tahu sebelum menyebarkan berita atau infonya.

Komentar
Dapatkan info terbaru seputar Blitar melalui Facebook , Instagram dan Aplikasi Android.