Pajang Tetek Melek, Ikhtiar Masyarakat Sutojayan Menangkal Corona

infomblitar

Tetek Melek, simbol penolak bala dan tradisi lama masyarakat Sutojayan. Foto oleh Ulma

Info Blitar – Warga di Lingkungan Blimbing, Kelurahan Sutojayan, Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, memiliki cara yang unik untuk menghadapi pandemi virus Covid-19. Mereka menghidupkan tradisi lama yakni dengan meletakkan topeng Tetek Melek yang terbuat dari pelepah pohon kelapa yang dilukis menyerupai wajah dan diletakkan di teras rumah warga.

Mereka meyakini bahwa topeng tetek melek ini adalah penolak bala dan bisa mengusir pandemi virus corona. Ternyata tradisi ini sudah dilakukan oleh masyarakat sejak jaman dahulu, ketika terjadi pagebluk atau wabah penyakit yang meresahkan masyarakat.

Proses pembuatan topeng Tetek Melek ini dibutuhkan persiapan khusus. Topeng tersebut terbuat dari pelepah pohon kelapa yang dicat dengan dasar warna putih. Si pelukis harus mengambil air wudhu terlebih dahulu dalam proses pembuatannya.

Bentuk wajah yang dilukis pun yang menyeramkan, lengkap dengan panca indra. Setelah pembuatan topeng tersebut selesai, tokoh sesepuh lingkungan membacakan doa dan harapan yang bertujuan untuk meminta keselamatan dari ancaman wabah Covid-19.

Tetek Melek ini dibuat bukan untuk disembah, melainkan sebuah simbol. Tetek atau teteg berati tangguh, dan melek artinya terjaga atau waspada sehingga di tengah wabah virus Corona ini harus waspada. Lukisan yang tergambar pada pelepah pohon kelapa tersebut merupakan simbolisasi dari marabahaya yang harus diwaspadai, dan pelepah daun kelapa adalah simbol kepasrahan kepada sang pencipta.

Komentar