Ibu Bayi yang Ditemukan di Ngaglik Srengat Adalah Anak dari Penemunya

Oleh Redaksi Info Blitar · Sabtu, 17 Oktober 2026 · 09.47 WIB

Kartu grafis Info Blitar bertuliskan polisi identifikasi ibu bayi yang ditemukan di Ngaglik, Srengat
Polisi mengidentifikasi ibu bayi yang ditemukan di Desa Ngaglik, Srengat, Kabupaten Blitar. (Grafis: Info Blitar)

BLITAR – Polisi mengungkap identitas ibu dari bayi perempuan yang ditemukan di luar pagar rumah warga di Dusun Ngaglik, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 23.15 WIB. Ibu bayi berinisial APH (21), warga desa setempat yang merupakan anak dari warga yang pertama kali menemukan bayi tersebut.

Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar mengatakan APH berstatus lajang. Kasus ini masih dalam proses penyidikan. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap APH menunggu kondisi kesehatannya pulih karena saat ini ia dan bayinya masih dirawat di rumah sakit.

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, bayi itu diduga sengaja diletakkan di luar rumah agar ibu APH mendengar tangisannya, lalu mengambil dan merawatnya. Orang tua APH disebut tidak mengetahui bahwa anaknya hamil dan melahirkan.

Dugaan meninggalkan anak

Berdasarkan laporan kepolisian, APH dilaporkan atas dugaan tindak pidana meninggalkan anak yang baru dilahirkan, sebagaimana diatur dalam Pasal 430 juncto Pasal 429 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal tersebut mengatur perbuatan seorang ibu yang meninggalkan anaknya tidak lama setelah dilahirkan karena takut kelahirannya diketahui orang lain, dengan maksud agar anak itu ditemukan orang lain atau untuk melepaskan tanggung jawab atas anak tersebut.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu tas kresek plastik putih berisi ari-ari bayi yang sudah terpotong, yang ditemukan di dekat bayi. Barang bukti lain yang diamankan adalah gunting berwarna hijau, celana pendek, kaos hitam, handuk, dan pakaian dalam. Polisi juga telah melakukan visum et repertum terhadap APH.

Ditemukan setelah terdengar tangisan

Bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 23.15 WIB setelah terdengar suara tangisan dari luar rumah. Bayi ditemukan tergeletak di tanah tanpa pakaian dan alas, lalu dibawa masuk ke rumah dan diberi kain penghangat. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan Polres Blitar Kota.

Bayi kemudian dirawat di RSUD Srengat. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Blitar Christine Indrawati, Jumat (16/10/2026), mengatakan kondisi bayi sehat.

Komentar

Berita terkait